INGINNYA IRIT MALAH BOROS...

Harga minyak dunia semakin meroket, bensin pun mulai di batasi, pemilik kendaraan bermotor pun dianjurkan memakai bensin non subsidi. Sedangkan bensin non subsidi harganya selangit, harganya hampir dua kali lipat dari bensin bersubsidi akan tetapi pemilik kendaraan bermotor terkadang salah kaprah dalam memperlakukan kendaraannya Pengennya irit malah boros, misalnya :


1. MENUNDA PENGGANTIAN BUSI
Demi alasan efisiensi, pemilik kendaraan terkadang kebablasan. Busi yang seharusnya di ganti tiap 7.500km, di biarkan merana sampai - sampai elektrodanya menipis dan mati. Padahal dengan menipisnya elektroda, bunga api yang di hasilkan busi tidak akan maksimal. Hal tersebut akan mengakibatkan tidak sempurnanya pembakaran yang akan mengakibatkan drop nya tenaga kendaraan dan boros bensin.

2. MENGGANTI OLI DENGAN KWALITAS RENDAH/MENENGAH
Penggantian oli motor biasanya dilakukan setiap 2000-2500km, dibutuhkan biaya dan waktu yang tidak sedikit, coba anda ganti oli motor anda dengan oli yang berkwalitas bagus dan biasanya oli bagus dapat menempuh jarak 2 kali lipat dari oli biasa. contohnya: oli matik Supersyn yang kemasan pink dengan label harga Rp 34.000,- dengan jarak tempuh 2.500km, coba bandingkan dengan Supersyn kemasan Hijau dengan label harga Rp 43.500,- dapat menempuh jarak 5.000km. Kesimpulannya dengan menambahkan uang senilai Rp 9.500,- kita dapat oli berkwalitas sangat bagus dengan jarak tempuh 2 kali lipat. IRIIIIIIT KHAN.!!!!!

3. PENGGANTIAN KAMPAS KOPLING
Banyak para pengguna / pemilik motor membeli dan mengganti kampas kopling dengan cara penggantian satuan. Memang lebih murah dari daripada membeli satu set kampas kopling. Akan tetapi baru sebentar saja di pakai , berkisar 3 bulan kampas kopling harus di bongkar dan harus di ganti kembali. Coba jika di ganti satu set, umur pemakaian kampas kopling dapat mencapai 2 tahun bahkan lebih.

4. MENGGANTI RING PISTON
Kompresi mesin turun yang di akibatkan ausnya ring piston(seher) dapat membuat boros bensin dan harus segera di ganti. Penggantian ring piston memang dapat dilakukan tampa di barengi penggantian piston. Akan tetapi lihat dulu kondisi piston dan linernya. Biasanya apabila motor telah lama di pakai celah antara piston dan liner cukup besar. Lebih amannya ganti piston dan ring piston secara bersamaan.

5. MENGGANTI RANTAI DAN GIR
Demi menghemat biaya, biasanya gir dan rantai tidak di ganti secara bersamaan. Apabila gir dirasa masih bagus, biasanya diganti rantainya saja atau begitu juga sebaliknya. Kebiasaan seperti inilah yang akan membuat pemborosan, karena komponen baru dipaksakan menyesuaikan dengan komponen lama.
Ada juga kebiasaan buruk lainnya, apabila setelan rantai telah mentok ke belakang. Biasanya biker tidak mengganti rantai rantai yang sudah aus dengan rantai baru, malah memotongnya dengan alasan efisiensi.

6. SETEL IRIT KARBURATOR
Banyak orang menyetel karburator motornya seirit mungkin, tujuannya memang benar, akan tetapi efek yang ditimbulkan mesin menjadi kepanasan (overheat). Apabila mesin overheat, akan mengakibatkan pemuaian yang berlebihan pada komponen pembakaran, ujung - ujungnya komponen seperti: piston, ring piston dan liner akan cepat mengalami keausan.
Lebik baik setelan karburator di setel sesuai standar pabrik

7. MENUNDA PENGGANTIAN KAMPAS REM
Banyak juga yang bermaksud irit dengan memindahkan posisi batang tuas penarik pada rem tromol disetel lebih maju, padahal tanda keausan kampas rem telah lewat. Hal ini selain akan membahayakan nyawa anda dan orang lain, juga akan membuat rusaknya tromol karena di gerus oleh besi tapak rem.

8. MEMATIKAN MESIN PADA SAAT DI LAMPU MERAH
Sebagian orang mempercayai mematikan mesin pada saat di lampu merah akan mengirit bensin. Secara logika memang benar, mesin akan berhenti menyedot bensin sekitar 1 menit, akan tetapi kerugian kita pada saat men-start motor di butuhkan suplai arus yang sangat besar dari aki. Coba kita hitung!!! misalkan setiap hari kita terkena lampu merah rata - rata 6 kali berarti dalam sebulananda akan menstart motor pada saat terkena lampu merah sebanyak 180 kali. Dapat di pastikan belum 1 tahun aki anda akan tekor. BENSIN IRIT AKI TEKOR.....

9. MENGURANGI TEKANAN ANGIN BAN

Dengan alasan lebih stabil dalam berkendara, kadang - kadang biker mengurangi tekanan angian pada ban. Padahal apabila kita berkendara dengan tekanan angin di bawah standaranjuran pabrik, pada saat menikung dan melindas lobang jalanan, motor akan terasa oleng. Kerugian lain juga akan mengakibatkan pemborosan bahan bakar karena tenaga yang di keluarkan oleh mesin relatif lebih besar dari pada motor yang mengikuti anjuran pabrik.

10.MENGGANTI VELG STANDAR DENGAN CAST WHEEL
Inginnya sih motor bergaya racing tapi pada akhirnya boros bensin. Boleh - boleh saja mengganti velg standar dengan velg cast wheel, asalkan sesuai dengan standar pabrik, bukan velg asal - asalan yang akan membuat tarikan motor menjadi berat dan membuat boros bensin.Karena bobot dari velg cast wheel abal-abal lebih berat dari velg standar pabrik.

11.MENGGUNAKAN BAN DENGAN TAPAK KECIL ATAU SEMPIT
Kebanyakan anak muda mengganti ban standar dengan ban tapak kecil atau sempit, dengan alasan lebih gaya dan bensin lebih irit. Padahal anggapan itu salah besar selain tidak safety ban tapak kecil atau sempit akan membahayakan bibir velg dari hajaran jalan yang berlobang yang akan mengakibatkan velg menjadi oleng.