SUZUKI NEX injeksi pakai DCP-FI atau EPI ya...???

Perang motor injeksi sudah dimulai, hampir semua pabrikan telah mengeluarkan motor matic dengan tehnologi injeksi bahan bakar. Mtlai dari matic kelas ekonomis sampai kelas premium. Nah, untuk pabrikan motor SUZUKI tahun ini berencana akan meluncurkan SUZUKI NEX injection. Tehnologi injeksi tipe apa yang akan diusung oleh SUZUKI NEX..???

SUZUKI mempunyai 2 teknologi injeksi bahan bakar yang biasa diaplikasi pada mesin SUZUKI. Yang pertama kita kenal dengan SUZUKI DCP-FI (Discharge Pump Fuel Injection) dan yang kedua adalah SUZUKI EPI (Electronic Petrol Injection). Sampai saat ini saya juga belum mengetahui SUZUKI NEX akan mengaplikasi sistem injeksi yang mana.

Untuk SUZUKI DCP-FI pernah diaplikasi pada SUZUKI New Shogun 125 FI dan keunggulan - keunggulannya pernah saya ulas di artikel saya terdahulu, untuk yang belum baca silahkan klik disini..!!

Dan untuk sistem tehnologi SUZUKI EPI sama halnya dengan injeksi pada motor pabrikan lainnya tetapi pada injeksi motor SUZUKI dilengkapi TPS (throtlle position sensor) seperti pada karburator SUZUKI NEX. Untuk sensor - sensor apa saja yang biasa melekat pada SUZUKI EPI mari kita bahas satu persatu, yuk kita belajar tehnologi SUZUKI EPI...!!!

Komponan dilubang masuk udara EPI:

a. Intake air temperatur
Sensor temperatur udara masuk biasanaya terpasang pada air cleaner atau hose antara air cleaner dengan throttle body. Sensor temperatur udara masuk ini berupa thermistor dengan bahan semi konduktor yang mempunyai sifat semakin panas temperatur, maka nilai tahananya semakin kecil.

b. Throtlle body
Merupakan saluran utama yang dilalui oleh udara sebelum masuk ke intake manifold. Didalam throtlle body terdapat dua komponen yaitu throtlle valve dan throtlle position sensor (TPS). Throtlle valve digerakan langsung oleh acceleration throttle gas yang berfungsi sebagai pengatur pemasukan udara. Sedangkan throtlle position sensor berfungsi mendeteksi sudut pembukaan throtlle valve. Komponen ini dilengkapi dengan tahanan geser yang selanjutnya akan dikirim ke ECM sebagai in put untuk koreksi perbandingan udara dan bensin.

Selain TPS, pada throttle body juga terdapat 3 sensor lainnya:

A. Intake Air Pressure Sensor (IAPS)
Berfungsi untuk mensesnsor/mengontrol tekanan intake sebagai dasar perhitungan jumlah udara yang masuk yang terdapat di dalam sesnsor ini akan menghasilkan sinyal tegangan yang segera dikirim ke ECM.
B. Intake Air Temperature Sensor (IATS)
Sensor ini berfungsi untuk mendeteksi temperatur udara masuk sensor ini sama fungsinya dengan ET sensor yang memberikan sinyal ke ECM, sinyal ini digunakan untuk memberikan kompensasi durasi waktu injeksi bahan bakar
C. Idle Speed Control (ISC Valve)
ECM mengontrol posisi katup ISC untuk tujuan menambah dan mengurangi jumlah udara yang masuk ke intake saat throttle valve tertutup dan temperatur masih dingin. Sehingga pada kondisi langsam/idle putaran mesin tetap stabil.

TPS, IAPS dan IATS adalah sensor utama dimana jika salah satu sensor mengalami masalah maka mesin tidak dapat hidup.

c. Idle air Control (IAC)
IAC berfungsi untuk mengurangi udara yang masuk ke air intake chamber saat throtlle valve tertutup pada saat kondisi temperatur mesin masih dingin (fast idle) dan saat beban elektrik difungsikan (idle up).

d. Fast Idle Air Control
Fast idle air control berfungsi untuk menambah jumlah udara yang masuk kedalam intake air chamber saatthrotlle valve tertutup dan temperatur masih dingin. Dengan bertambahnya jumlah udara yang masuk maka ECM akan mendeteksi dan akan menambah bensin yang disemprotkan ke injectr sehingga putaran mesin menjadi lebih tinggi dari putaran idle (fast idle).

e. Idle Speed Adjusting screw (ISAS)
Walaupun besar kecilnya putaran idle sudah ditentukan oleh ECM, akan tetapi pada beberapa tipe kendaraan masih dilengkapi dengan ISAS untuk mengatur besar-kecilnya putaran idle secara manual.

f.Mass Air Flow (MAF)
Mass Air Flow berfungsi untuk mendeteksi masa udara yang masuk ke intake manifold yang selanjutnya di kirim ke ECM. Ada 3 tipe MAF, antara lain : Measuring plate type, Measuring core type dan heat resistor type.

Untuk yang ingin mengenal EPI lebih mendalam silahkan klik disini