Pelanggaran UU No.22 tahun 2009 pasal 58

Undang - Undang No.22 tahun 2009 tentang Lalu lintas dan angkutan jalan, menurut juragan penjabarannya kurang, terutama pasal 58 yang berbunyi "Setiap Kendaraan Bermotor yang dioperasikan di Jalan dilarang memasang perlengkapan yang dapat mengganggu keselamatan berlalu lintas". Sehingga banyak sekali pelanggar yang berdalih tidak tahu atau tidak mengerti. Dan kadang pula di jadikan senjata oleh aparat penegak hukum alias kepolisian untuk mencari - cari kesalahan pengendara. Tapi mohon ma'af jika juragan cuma akan membahas pelanggaran pada kendaraan roda 2 atau motor.

Sekarang juragan akan coba jabarkan tentang isi dari UU No.22 Tahun 2009 pasal 58. Apa saja pelanggaran yang biasanya masuk kategori pelanggaran UU No.22 Tahun 2009 pasal 58, tapi ini menurut sepengetahuan juragan saja ya.......

1. Pemakaian knalpot free flow/brong, pelanggaran ini karena secara tidak langsung akan memecah konsentrasi pengendara lain akibat bunyi berisik yang ditimbulkan knalpot free flow/brong dan akan membahayakan keselamatan lalu lintas.

2. Pemakaian Ban cacing/ban tapak sempit, pelanggaran ini selain membahayakan pengedara motor sendiri juga membahayakan pengendara kendaraan lain, karena motor tidak stabil pada saat menikung.

3. Menekuk setir/kemudi seperti motor drag, pelanggaran ini akan membahayakan pengendara sendiri maupun pengendara lain. Memodifikasi kemudi dengan model tekuk, memang nyaman pada saat motor melaju lurus, tetapi pada saat menikung lengan kita akan kesulitan mengendalikan motor.

4. Membuka mika merah lampu belakang, pelanggaran ini karena dengan membuka mika merah dapat menyilaukan pengendara di belakangnya pada saat lampu rem menyala. Hal ini akan membuat kaget dan menghilangkan konsentrasi pengendara di belakangnya.

5. Kembang ban tipis, pelanggaran ini karena jika profil/kembangan ban tipis akan mengurangi keseimbangan motor dan dapat mengakibatkan kecelakaan.

Dan sekarang juragan akan membahas kesalahan yang dicari - cari oleh para penegak hukum, contohnya :

1. Tutup pentil ban hilang dijadikan masalah, karena menurut Bpk.Polisi jika tidak ada tutup pentilnya, udara dalam ban akan langsung keluar dan motor kehilangan keseimbangan.

2. Berkendara pakai sandal jepit di jadikan masalah, karena menurut Bpk. polisi hal itu tidak safety riding.

Juragan berani mengatakan 2 hal diatas, karena pengalaman pribadi. Hehehehehe........

Pesan juragan untuk Bpk. Polisi, daripada ngurusi tutup pentil motor dan sandal jepit saya. Lebih baik Bapak Polisi menindak pelanggaran pada 5 point di atas......