Pengaruh Tegangan Baterai (aki) pada sistem Pengapian

Baterai adalah sumber api dari sistem pengapian. Kekuatan dari baterai (accu) dapat dinyatakan dengan tegangan (volt) yang dimiliki, artinya kekuatan baterai sebagai sumber api tergantung dari besarnya tegangan baterai. Lalu bagaimana pengaruh tegangan baterai terhadap percikan bunga api yang di hasilkan busi.

Coba kembali buka artikel saya yang lalu tentang "Sistem pengapian pada sepeda motor". Disana saya tuliskan syarat mutlak dari optimalnya sistem pengapian yang salah satunya adalah "pengapian harus kuat". Tetapi disana saya tidak menjelaskan sumber api dari sistem pengapian, nah akan saya jelaskan pada postingan kali ini.

Sistem pengapian terutama pengapian sistem DC, sangat membutuhkan baterai (aki) sebagai sumber api. Karena baterai memberikan suplai tegangan 12 volt ke inventer yang menjadi satu dalam CDI,lalu inventer akan menaikkan tegangan menjadi 350 volt untuk mengisi kondensor sebelum dilepaskan ke koil. Jika tegangan baterai kurang dari 12 volt, inventer tidak dapat menaikkan tegangan menjadi 350 volt, akhirnya tegangan yang dialirkan ke koil tidak sdmpurna dan percikan bunga api di busi tidak optimal .

Dan apabila tegangan baterai dibiarkan terus menerus menurun akan mengakibatkan rusaknya komponen CDI. Maka dari itu rawatlah baterai (aki) motor anda dan periksa secara rutin ketinggian air aki apabila anda memakai aki basah.