Penggerak Akhir Sepeda Motor (Final Drive)

Penggerak Akhir adalah bagian terakhir dari sistem pemindah tenaga, karena penggerak akhir (final drive) bagian yang menyalurkan tenaga mesin motor ke roda belakang. Final Drive juga berfungsi sebagai gigi preduksi untuk mengurangi putaran rodan dan meningkatkan (momen puntir) tenaga motor.

Biasanya perbandingan gigi reduksi berkisar 1:2,5 sampai 1:3, yang bisa diartikan 2,5 sampai 3 putaran transmisi menjadi 1 putaran roda.

Kecuali sistem CVT, penggerak akhir pada motor terpisah dari sistem transmisi / perseneling dan secara umum penggerak akhir dapat dibagi menjadi 3 macam. Yang pertama : Rantai penggerak dan gigi sproket (GIR), Yang kedua : Sabuk (belt) dan puli, yang ketiga : Sistem poros penggerak/Gardan (Shaft Drive).






Penggerak akhir sistem rantai dan gigi sproket (GIR) lebih banyak digunakan, karena mempunyai keunggulan biaya produksi yang murah, kuat dalam kondisi apapun dan kuat untuk mesin putaran tinggi. Kekurangannya adalah karena sistemnya terbuka, sehingga mudah di serang kotoran dari luar dan bunyinya cukup berisik. Tetapi keunggulan lainnya dari sistim penggerak rantai dan sproket adalah kerugian daya geseknya sangat kecil, sehingga sangat cocok digunakan pada motor dengan RPM tinggi.







Penggerak akhir sistem sabuk bergigi dan puli sering digunakan pada motor besar cruiser. Keunggulan dari sistem penggerak akhir sabuk gigi dan puli adalah tidak menimbulkan berisik. Kekurangannya tidak bisa dipakai pada motor dengan putaran tinggi, sehingga cuma bisa digunakan pada motor rpm rendah. Untuk sistim sabuk (belt) bergigi dan puli mempunyai kerugian daya gesek yang cukup besar jika dibandingkan dengan sistim rantai dan gigi sproket.







Penggerak akhir sistem Gardan/Poros penggerak (Shaft drive) banyak digunakan pada sepeda motor besar berjenis Touring/Cruiser, seperti SUZUKI boulevard cruiser 1800. Keunggulan dari penggerak akhir sistem gardan adalah sangat kuat untuk digunakan pada sepeda motor berkapasitas mesin besar, karena menggunakan sistem tertutup sehingga terjaga akan kebersihannya dan bebas perawatan (Cuma mengganti oli gardan secara rutin). Kekurangan dari sistem gardan adalah bobot komponen yang berat dan biaya produksi yang mahal, dan kerugian geseknya paling besar jika dibandingkan dengan semua tipe penggerak akhir (Final Drive).